TANI BERDAYA

Sanggar Rojolele adalah ruang inisiatif budaya dan sosial. Wadah pendidikan agraria, penguatan komunitas, pengorganisasian petani, serta produksi seni dan budaya berbasis kehidupan desa.

Inisiatif warga memajukan pertanian melalui kegiatan budaya.

Pada tahun 2016, bersama beberapa pemuda Desa Delanggu di Dukuh Kaibon, Eksan Hartanto mendirikan Sanggar Rojolele, sanggar yang namanya mereka harapkan mampu menggugah nostalgia para petani akan kejayaan Delanggu di masa lampau, sebagai penghasil beras kualitas premium; Rojolele.

Menguatkan kemandirian masyarakat petani

Melalui ruang interaksi, pertukaran pengetahuan, dan regenerasi berbasis nilai lokal.

Mendorong penciptaan nilai ekonomi baru

Berbasis komunitas dan budaya agraria, sebagai alternatif dari ketergantungan pada sistem distribusi pangan yang tak adil.

Memperkuat identitas budaya agraria

Tidak hanya sebagai romantisme masa lalu, tetapi sebagai sumber pengetahuan, spiritualitas, dan keberlanjutan hidup.

Kedaulatan

Menguatkan kemampuan warga untuk menentukan arah produksi, distribusi, dan konsumsi pangan tanpa dikendalikan oleh kepentingan eksternal yang merugikan.

Kegiatan

Kenduri Seni Tradisi: Bakda Kupat 2026

Merayakan Tradisi Warga

Bakda Kupat merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Padukuhan Kebonsari, Delanggu, yang telah berlangsung sejak era 1970-an. Tradisi ini lahir sebagai perayaan filosofis atas semangat bakdan atau Idul Fitri—bukan sekadar perayaan kemenangan, tetapi momentum pemulihan relasi sosial dan spiritual warga.

Festival Mbok Sri: Temu Warga, Dialog Publik

Warta Warga

Kabar dari Dukuh Kaibon untuk semesta.